Tips Jitu Untuk Menghindari Malicious Code

Tips Jitu untuk Menghindari Malicious Code-Malicious Code atau malcodes adalah suatu program, baik itu macro maupun script yang sanggup dihukum dan dibentuk dengan tujuan untuk merusak sistem komputer, jadi tidak salah kalau saya katakan instruksi jahat/perusak. berbeda dengan Bug, bug yaitu suatu aktivitas yang salah, yang secara tidak sengaja dibentuk oleh programmer, tetapi jika bug ini benar-benar mengganggu, tidak ada salahnya juga masuk kategori malicious code. Dahulu dipakai istilah Malware ( malicious software), tetapi istilah ini terlalui bermakna sempit, sehingga e-mail palsu yang notabene bukan suatu software tidak masuk kategori ini.

perusahaan anda menjadi korban malicious code Saat ini terdapat banyak sekali jenis malicious code, misalnya menyerupai virus, trojan horse, logic bomb, ransomware yang ketika ini sedang ramai dibicarakan, dan lain sebagainya. Belakangan ini, sistem komputer sangat rentan terhadap banyak sekali jenis malicious code ketika terhubung ke jaringan atau media aksesori (USB, Hardisk Eksternal, dll). Persiapan dalam menangani insiden serangan malicious code harus dimulai semenjak awal sehabis proses instalasi sistem final dan mulai beroperasi. Persiapan dimulai dengan menginstall antivirus, melaksanakan back-up data-data penting, menyiapkan beberapa lapisan keamanan, dan lain sebagainya sehingga data sanggup kondusif dari kerusakan yang disebabkan oleh malicious code.

1. Menetapkan security policy berkaitan dengan malicious code.

Dengan cara berkonsultasi dengan para incident handler, seorang senior management dari sebuah organisasi harus membuat security policy guna melindungi sistem dari malicious code.

2. Menginstall antivirus.

Install dan jalankan software antivirus untuk melaksanakan deteksi atas nanah yang dilakukan malicious code.

3. Melakukan pengecekan semua file dan lampiran email yang terinfeksi.

Harus berhati-hati terhadap semua file yang didownload lewat internet atau lampiran email.

4. Melakukan pengecekan terhadap semua media tambahan, USB, disket, dll.

Scan dan perhatikan seisi media aksesori yang dipasangkan pada sistem.

5. User harus mengetahui terhadap ancaman dari malicious code.

User umumnya mengabaikan gejala dari serangan atau tidak menanggapinya dengan serius. Kebanyakan user hanya menganggap bahwa hal itu yaitu tanggung jawab dari sys-admin, sehingga hal ini seringkali menjadi pintu masuk dari suatu insiden.

6. Perhatikan pengumuman yang dikeluarkan vendor-vendor antivirus.

Tidak sanggup dipungkiri bahwa sistem kita membutuhkan antivirus yang mempunyai database yang luas dan rutin update, maka jangan anggap remeh malicious code dengan hanya menginstall antivirus gratisan.

7. Menginstall host based Intrusion Detection System.

IDS yang dipasangkan pada masing-masing perangkat yang dianggap penting akan lebih efektif (lebih gampang dimonitor) daripada melaksanakan monitoring pada IDS yang berbasis network.

8. Kumpulkan banyak sekali analisis insiden malware.

Berpacu pada banyak sekali organisasi yang melaksanakan penelitian menyerupai Secunia dan CERT untuk merencanakan insiden respon yang tepat.

9. Menggunakan software yang memitigasi insiden malware.

Tidak 100 persen efektif, tapi ini yaitu level minimum security yang harus diterapkan dalam suatu sistem.

10. Membuat mekanisme pelaporan insiden yang disebabkan malicious code.

Seorang insident handler harus menciptakan mekanisme yang gampang dan sesuai dengan user dalam hal pembuatan report yang berkaitan dengan malicious code.

Baca juga:

cara atasi komputer atau laptop windows yang lemotvirus komputer yang berbahaya di duniatips menentukan monitor komputer yang awettips menginstal komputer dengan baik dan benarcara berguru komputer mudah

Tags: