Berita viral bisa muncul dari mana saja, mulai dari grup keluarga hingga linimasa media sosial. Sebelum ikut percaya atau menyebarkannya, ada beberapa langkah sederhana untuk mengecek kebenarannya, dan cara mengecek berita viral berikut ini bisa kamu ikuti dari awal sampai akhir.
Langkah 1: Periksa Sumber Pertama
Lihat dari mana berita itu berasal. Apakah dari media resmi, akun anonim, atau grup obrolan? Media yang kredibel biasanya mencantumkan nama redaksi, alamat kantor, dan kontak yang bisa dihubungi. Kalau sumbernya hanya tangkapan layar tanpa tautan asli, itu tanda bahaya.
Coba telusuri nama situs atau akun penyebar. Apakah mereka punya rekam jejak yang jelas? Akun yang baru dibuat dan langsung menyebar berita besar patut dicurigai.
Langkah 2: Cek Tanggal dan Konteks
Banyak berita viral sebenarnya adalah peristiwa lama yang didaur ulang. Perhatikan tanggal publikasi. Kalau tidak ada tanggal, cari versi asli berita tersebut melalui mesin pencari. Peristiwa bertahun-tahun lalu masih bisa dibahas, tetapi konteksnya sering berbeda.
Baca juga keseluruhan artikel, bukan hanya judulnya. Judul sering dibuat sensasional untuk memancing klik, sementara isi beritanya tidak seheboh itu.
Langkah 3: Bandingkan dengan Sumber Lain
Jangan puas dengan satu sumber. Cari berita serupa di media lain yang kredibel. Jika berita itu benar-benar penting, biasanya media besar juga memberitakannya. Kalau hanya satu situs yang melaporkan dan tidak ada konfirmasi dari mana pun, tunda dulu kepercayaanmu.
Kamu bisa menggunakan fitur pencarian dengan kata kunci inti berita. Misalnya, jika berita tentang bencana, cari “gempa [lokasi] [tanggal]”. Bandingkan informasi dari beberapa media.
Langkah 4: Periksa Bukti Pendukung
Berita yang baik biasanya menyertakan bukti, seperti foto, video, atau kutipan dari narasumber. Periksa apakah bukti itu asli atau hasil suntingan. Foto bisa diambil dari kejadian lain, video bisa dipotong agar menyesatkan. Kamu bisa memeriksa metadata foto atau menggunakan pencarian gambar terbalik untuk melacak asal gambar.
Untuk video, perhatikan detail seperti papan nama, bahasa, atau logo yang mungkin menunjukkan lokasi dan waktu berbeda. Jika perlu, gunakan layanan verifikasi video seperti yang dijelaskan dalam cara verifikasi video hoaks sebelum diteruskan.
Langkah 5: Waspadai Emosi yang Dipancing
Berita palsu sering dirancang untuk memicu emosi kuat, seperti kemarahan, ketakutan, atau simpati berlebihan. Jika kamu merasa langsung ingin marah atau panik setelah membacanya, berhenti sejenak. Ambil napas dan periksa kembali dengan tenang. Emosi yang tinggi membuat kita lebih mudah percaya tanpa berpikir kritis.
Langkah 6: Gunakan Alat Bantu Pengecekan Fakta
Ada beberapa alat yang bisa membantu, seperti situs pengecekan fakta (misalnya TurnBackHoax, CekFakta, atau AFP Fact Check). Kamu juga bisa memanfaatkan fitur pencarian Google dengan kata kunci “[topik] + hoaks” untuk melihat apakah berita itu sudah pernah diklarifikasi.
Jika berita tersebut terkait dengan penipuan online, segera laporkan ke pihak berwenang. Panduan lengkapnya bisa dibaca di cara melaporkan penipuan online ke OJK dan bank.
Langkah 7: Jangan Sebar Sebelum Yakin
Jika belum yakin, jangan sebarkan. Menahan diri untuk tidak membagikan informasi yang belum terverifikasi lebih baik daripada ikut menyebarkan hoaks. Kecepatan bukan segalanya; ketepatan yang utama.
Ringkasan
Mengecek berita viral tidak memerlukan keahlian khusus, hanya ketelitian dan kebiasaan untuk tidak langsung percaya. Mulai dari memeriksa sumber, tanggal, membandingkan dengan sumber lain, memeriksa bukti, dan menggunakan alat bantu. Dengan begitu, kamu bisa melindungi diri dan orang lain dari informasi palsu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara cepat mengetahui berita itu hoaks atau bukan?
Periksa sumbernya. Jika tidak jelas, cari di mesin pencari dengan kata kunci berita tersebut ditambah kata “hoaks”. Situs pengecekan fakta biasanya sudah mengulas berita viral.
Apakah semua berita viral itu palsu?
Tidak. Banyak berita viral yang benar, tetapi tetap perlu diverifikasi. Yang penting adalah tidak langsung percaya dan menyebarkan tanpa pengecekan.
Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur menyebarkan berita hoaks?
Segera hapus atau koreksi unggahanmu. Beri tahu orang yang mungkin sudah menerima informasi tersebut bahwa berita itu hoaks. Kamu juga bisa melaporkan akun penyebar hoaks ke platform media sosial.